Jumat, 30 Maret 2012

Suara Motor Mio meledak, knalpot bunyi penyebab bunyi pada motor mio soul

MIO SOUL MELEDAK (LAGI)

Halo Oto Plus yang makin Plus. Motor saya Yamaha Mio Soul tahun 2008. Saya ada pertanyaan buat persiapan untuk mudik Lebaran ini.


  1. Kenapa setiap motor dipakai lari kencang terus berhenti mendadak, terdengar bunyi letusan keras seperti ban meletus? Padahal sudah beberapa kali servis di bengkel resmi dan hasilnya masih tetap meletus.
    Ada informasi dari mekanik bengkel kalau bunyi letusan itu karena penggunaan karburator standar pabrik yang menggunakan karburator tipe vakum. Dan disarankan untuk menggantinya misalkan menggunakan karburator milik Yamaha RX King, apakah benar demikian? Tolong beri penjelasan sejelas-jelasnya.
  2. Bila memang benar, karburator apa saja yang cocok untuk menggantikan karburator motor saya dan berapa kisaran harganya? Tolong djawab ya, buat mudik Lebaran nih.


RISKI RISDIANSYAH
Lewat email Kontek_Otoplus@yahoo.com


  1. Duarrr!!... Apakah suaranya seperti itu? Mirip ledakan petasan?
    Suara ini muncul dari knalpot Mio. Bukan yang lain. Suara ini berbeda dengan suara letupan dari knalpot yang muncul beberapa kali setelah mesin dibawa kencang lantas gas ditutup mendadak. Kalau yang begitu sih biasanya indikasi pilot jet ukurannya kurang gede. Muncul biasanya setelah pergantian knalpot standar dengan yang lebih loss.
    Sedangkan suara mirip ledakan yang Sobat alami hanya muncul sekali. Di sinilah kata kuncinya. Apakah suara ledakan muncul sekali atau beberapa kali secara berurutan. Namun meski sekali, kekuatan suaranya lebih besar. Pastinya bikin orang kaget bukan kepalang.
    Jika begitu, maka hampir bisa dipastikan sumber masalahnya ada di perangkat AIS (Air Induction System). Jujur saja ini penyakit Mio mulai keluaran pertengahan 2006. Sebab di waktu itulah, Mio mulai menggunakan perangkat AIS.
    Perangkat ini fungsinya untuk memberikan suplai udara segar ke awal saluran buang. Posisi tepatnya ada di saluran atau lubang buang di kop silinder. Dengan pemberian udara segar ke gas buang, dimaksudkan untuk menyempurnakan sisa pembakaran. Gas CO misalnya diubah menjadi CO2. Hal ini terkait dengan menekan angka emisi agar sesuai dengan regulasi Euro2.
    Perangkatnya terdiri dari saluran-saluran berupa slang, katup AIS, juga membran AIS. Slang itu berhubungan dengan manifold karbu, boks filter udara juga ke kepala silinder.
    Nah, masalah Mio meledak saat gas ditutup, sering kali karena membran AIS tidak bekerja optimal. Solusinya adalah membersihkan kondisi membran jika kotor oleh endapan arang dari gas buang. Maklum bagian ini langsung berhubungan dengan saluran knalpot. Tak lupa kondisi hubungan slang-slang saluran AIS harus dikontrol. Jangan sampai ada yang bocor.
    Suara ledakan muncul karena membran masih terbuka sehingga timbul kevakuman yang menarik gas campuran udara dan bahan bakar segar. Tarikan ini tentu saja bertemu dengan panas di knalpot. Ujung-ujungnya ya terbakar dalam waktu singkat alias meledak.
    Selain mencermati soal AIS, sebaiknya bagian karburator juga ikut dijaga performanya terutama di bagian membran skep gas. Ketika kotor oleh minyak, katup gas ini akan menarik banyak kotoran sehingga kerjanya tak optimal. Bagian membran skep harus dibersihkan dengan mencuci pakai bensin dan dibiarkan mengering.
    Badan skep dan jalur skep di karbu pun kudu dibersihkan. Tapi jangan sekali-kali diampelas. Dan yang harus diperhatikan saat memasang kembali tutup skep karbu jangan tambahkan lem pada pakingnya.
    Balik ke soal membran AIS dan suara ledakan. Penyelesaian termudah adalah dengan mematikan fungsi AIS. Caranya ya menutup saluran AIS pada kepala silinder atau cukup dengan memperkecil saluran masuk udara segar.
    Tetapi jika AIS tidak difungsikan tentu bukan hal yang bijak. Solusi lain adalah setelah membersihkan membran AIS, tinggi bukaannya disetel ulang.
    Setel tinggi bukaan membran lebih besar. Tujuannya agar fungsi membran bisa netral tidak menjadi terlalu peka.
    Caranya mirip dengan mengatur bukaan membran pada perangkat katup buluh di mesin 2-tak. Analoginya, jika bukaan membran terlalu pendek, kerjanya gak normal. Tak sesuai dengan kebutuhan. Tetapi jika terlalu lebar menganga, membran bakal mudah aus.
    Untuk membran AIS milik Mio yang biasanya bermasalah celahnya ada di kisaran 2 mm. Solusinya setel bukaan di angka 4-5 mm. Caranya cukup mengatur celah bukaan dari stopper, bilah pembatas gerakan membran.
  2. Pertanyaan tentang ledakan sudah dijawab tuntas. Masalahnya ada di perangkat AIS. Tak ada hubungan dengan penggunaan karburator vakum. Sebab jika tipe karbu vakum adalah penyebabnya, dipastikan semua Mio bahkan semua skutik mengalami hal yang sama. Jadi jangan ganti karburator lain, jangan turuti bengkel. Gunakan saja uang Sobat untuk keperluan lain. Beli boks barang misalnya atau gunakan untuk mendandani skutik, biar si skutik bergaya saat lebaran nanti.
    Salam mudik. Kenakan perangkat keselamatan, ride safety and safely. Dan Titi Dj alias hati-hati di jalan…

0 komentar:

Poskan Komentar

Vabry.Ardianto Design. Diberdayakan oleh Blogger.
Klik Like Untuk Menyukai FP Aurora
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More